Untuk keterangan atau info material penangkal petir dan lain2nya serta dimana lokasi toko kami, silahkan menghubungi nomor telepon yang tertera dibagian atas atau disamping kanan blog ini.
Sunday, November 13, 2011
Tuesday, April 27, 2010
Apa itu Exothermic Welding ?
Exothermic Welding (Pengelasan Exothermic) adalah proses pengelasan dua konduktor listrik atau lebih dengan menggunakan bahan campuran tembaga yang dicairkan dengan panas tinggi untuk menggabungkan konduktor secara permanen.
Proses Exothermic Welding menggunakan reaksi exothermic (reaksi kimia yang melepaskan energy dalam bentuk panas) dari komposisi kimia tembaga untuk memanaskan tembaga, dalam proses Exothermic Welding ini tidak memerlukan sumber panas yang lain. Reaksi kimia yang menghasilkan panas tersebut merupakan hasil dari reaksi kimia antara bubuk aluminium dan campuran oksida tembaga. Reaksi kimia ini dapat mencapai suhu 1.400 °C. Reaktan tersebut biasanya tersedia dalam bentuk bubuk (Exothermic Welding Powder), dan reaksinya dapat dipicu dengan menggunakan percikan api. Energi aktivasi untuk reaksi ini sangat tinggi, dan inisiasinya membutuhkan baik itu material pendorong seperti bubuk metal magnesium atau sumber api yang sangat panas.
Dalam proses Exothermic Welding untuk menggabungkan konduktor memerlukan suatu cetakan (Exothermic Welding Mold) yang dibuat dari bahan graphite (bahan pensil, dimana tembaga cair yang dihasilkan dari reaksi Exothermic mengalir melalui cetakan menuju ke atas konduktor dan menutupinya untuk dilas.
Kelebihan dari sistem Exothermic Welding adalah pengelasan yang terbentuk memiliki kekuatan mekanik yang lebih tinggi daripada bentuk-bentuk lain dari proses las, dan ketahanan korosi yang sangat baik. las dengan sistem Exothermic Welding juga memberikan kestabilan yang bagus pada arus listrik dan tidak mengalami peningkatan hambatan listrik selama instalasi.
Tuesday, April 20, 2010
Instalasi Proteksi Petir untuk Rumah
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam sistem proteksi petir:
Perlu diperhatikan bahwa sistem proteksi petir tidaklah dapat mencegah atau menangkal terjadinya petir.
Suatu sistem proteksi petir yang dirancang dan dipasang sesuai dengan standar, tidak dapat menjamin proteksi terhadap bangunan gedung, manusia atau obyek secara mutlak. Namun demikian penggunaan sistem proteksi petir akan mengurangi secara nyata resiko kerusakan yang disebabkan petir terhadap bangunan gedung yang memiliki sistem proteksi petir.
Jenis dan lokasi sistem proteksi petir sebaiknya dipertimbangkan secara seksama pada tahap perancangan suatu gedung baru, sehingga bagian bangunan gedung yang secara listrik bersifat konduktif dapat dimanfaatkan secara maksimum. Dengan demikian rancangan dan kontruksi instalasi secara keseluruhan akan lebih mudah dilaksanakan dan efektivitas sistem proteksi petir dapat ditingkatkan dengan biaya dan usaha yang minimum.Metode umum dalam Instalasi Proteksi Petir Konvensional:
Petunjuk atau metode cara instalasi proteksi petir dibawah ini merupakan metode yang umum dipakai atau dirancang untuk sistem proteksi petir di bangunan gedung. Mengenai rincian perhitungan secara detail untuk pemasangan atau perancangan sistem proteksi petir di rumah atau gedung yang hendak anda lindungi dengan sistem proteksi petir, kami sarankan anda untuk berkonsultasi dengan tenaga-tenaga ahli di bidang sistem proteksi petir.
Secara umum sistem proteksi petir konvensional dapat dibagi kedalam 3 bagian:
1. Air Terminal
Dalam sistem proteksi petir konvensional di Indonesia Air Terminal juga disebut sebagai splitzen dan untuk orang awam di Indonesia mengenalnya sebagai tombak penangkal petir ( walaupun seharusnya penangkap petir bukan penangkal petir). Splitzen atau tombak ini di pasang vertikal diatas atap bangunan dengan posisi ujung tombak yang runcing menghadap ke atas.
Ada 2 bentuk Tombak atau Splitzen yang pada umumnya dipasang dalam sistem proteksi petir konvensional di bangunan rumah atau gedung, yang pertama berbentuk tombak lurus (yang banyak digunakan saat ini pada bangunan gedung dan rumah), yang kedua berbentuk trisula (dipercaya beberapa orang memiliki radius penangkapan sambaran petir lebih luas dari yang berbentuk lurus).
2. Konduktor
Kabel Konduktor dalam sistem proteksi petir konvensional berfungsi menghubungkan Air Terminal/tombak/splitzen ke komponen sistem proteksi petir lainnya dan ke sistem grounding atau sistem pertanahan. Jika ada sambaran petir yang tertangkap oleh air terminal/tombak/splitzen maka arus petir tersebut akan segera disalurkan melalui kabel konduktor tersebut.
Kabel Konduktor untuk sistem proteksi petir umumnya berbahan tembaga tanpa bungkus atau dikenal dengan sebutan Kabel BC (Bare Cooper). Kabel BC ini terdiri dari beberapa ukuran kabel yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, semakin besar ukuran kabelnya semakin baik penyaluran arus petirnya.
3. Sistem Grounding / Pertanahan
Sistem grounding / pertanahan merupakan bagian dari sistem proteksi petir konvensional yang sangat penting, di sistem grounding ini semua arus petir yang di salurkan oleh kabel konduktor akan di-eliminasi secara maksimal. maksimal atau tidaknya suatu sistem grounding dapat di lihat menggunakan alat ukur grounding atau pertanahan, untuk wilayah indonesia sesuai dengan standarisasi yang dikeluarkan oleh SNI (Standar Nasional Indonesia) maksimal tahanan tanah yang bagus untuk perlindungan terhadap bangunan adalah harus dibawah 5 ohm (makin kecil ukuran tahanan tanahnya semakin bagus).
Material yang digunakan dalam sistem grounding ada beberapa macam, material yang biasa digunakan adalah Ground Rod yang berbentuk seperti tongkat dengan panjang 2 meter, 3meter, atau 4meter yang nantinya Ground Rod tersebut ditanam dengan kedalaman tertentu untuk mendapatkan hasil tahanan tanah yang bagus. Selain Ground Rod, bisa juga menggunakan kabel konduktor sebagai pengganti Ground Rod untuk ditanam didalam tanah, opsi ini biasanya digunakan untuk menghemat biaya. Untuk daerah tidak memungkinkan menggunakan Ground Rod atau Kabel BC sistem grounding dapat dibuat menggunakan Plat tembaga dengan ukuran 1mX1m yang sudah di rangkai dengan kabel BC seperti gambar dibawah ini.
Denah contoh Instalasi Proteksi Petir Konvensional :
Sunday, April 4, 2010
Thursday, April 1, 2010
Cable Joint / Klem kuku macan
Toko kami menjual Klem kuku macan dengan ukuran 50mm (untuk kabel ukuran 50mm kebawah), 70mm (untuk kabel ukuran 70mm), dan 95mm (untuk kabel ukuran 95mm).
Fungsi Klem ini adalah sebagai penyambung / jointing antar kabel. Klem kuku macan banyak digunakan di proyek-proyek tower telekomunikasi dalam sistem penangkal petir dan grounding-nya.
Untuk Informasi lebih lanjut silakan hubungi kami di:
(021) 398 45 987
atau, email ke :
herry.imase@yahoo.com



